Akan tercatat dalam sejarah Amerika dan dunia. Seorang berkulit gelap berdarah Kenya berkewarganegaraan Amerika mendapat dukungan untuk jadi penguasa di Gedung Putih. Kalau pun dia kelak gagal, dunia akan tetap mencatat dia adalah orang kulit hitam Amerika yang spektakuler dan pemberi inspirasi.
Dia menarik simpati dan dukungan dari tokoh-tokoh pentolan Demokrat Amerika. Dia memberi inspirasi bahwa orang hitam Amerika bisa menjadi orang nomor satu. Kehadiran Obama mengubah pandangan dunia bahwa orang Amerika sudah melupakan sikap rasialis.
Obama yang kebetulan sempat menikmati masa kecil di Indonesia itu akan memberi inspirasi pada Indonesia negara yang sukuis, agamais dan primordialis tinggi ini. Ketika Megawati akan menjadi presiden, orang agamais mencari legitimasi untuk mencegahnya. Kini Megawati telah menginspirasi banyak wanita Indonesia akan kemungkinan itu. Wanita juga bisa. Dan kedepan selain Megawati ada lagi yang memulai ancang-ancang untuk itu. Tidak jadi soal siapa yang akan jadi. Tetapi Megawati telah memberi inspirasi. Dia tercatat menjadi wanita pertama yang menjadi orang Nomor Satu di negara kita.
Di Indonesia soal Orang Nomor Satu masih ada kesan bahwa musti dari gener, suku dan agama tertentu. Tetapi masalah gener teratasi dengan kehadiran Megawati. Masalah suku kita lampaui karena Habibie sempat jadi prersiden yang katanya cerdas itu tetapi laporannya tidak diterima Dewan.
Orang Amerika juga kini mulai mempersoalkan keislaman Obama. Kekristenan Obama diragukan ditengah bangsa yang mayoritas Kristen. Ini tiru model Indonesia. Saya ingat di RT saya orang Islam mencegah agar ketua RT harus ada kaitan dengan Mushola. Padahal orang harus membedakan antara struktur organisasi kepemimpinan masyarakat dengan hirarki agama. Sepertinya orang pintar, orang baik dan orang Nomor satu harus dari kelompok mayoritas. Kapan kita bisa lewatkan itu. Suatu waktu kelak kita akan lihat seorang anak bangsa Liong atau Cyrillus jadi nomor satu di negeri ini. Amerika bisa dan kita juga pasti bisa.