Saya beli voucher nomor telepon baru. Bungkusan Keren SimPATI Pe De dengan huruf emas. Telepon pasca bayar saya diblock gara-gara telambat bayar alasan biasa. “ Untuk sementara anda tidak bisa menggunakan fasilitas ini” Sebabnya jelas ekonomi lemah kontrol.
Harga voucher perdana tersebut adalah seperti tertulis Rp. 10ribu(senilai total Rp. 20 ribu) sudah termasuk PPN. simPATI PeDe. Tiap detik makin Pe De ngobrolnya. Tertulis dengan huruf putih berlatar hitam dengan latar besar merah. simPATI Pe De bertuliskan huruf emas kinclong berlatar merah hitam. Bukan untuk promosi ini. Karena memang sudah terkenal. Apalah arti kata-kataku ini.
Ada yang saya tidak mengerti. Harga voucher Rp. 10 ribu (senilai total Rp. 20 ribu) sudah termasuk PPN. Ini berarti nilai pulsa saya Rp. 20. ribu . Saya tidak pernah memperhatikan hal itu selama ini. Tetapi hari in saya perhatikan. Kalau nilai Rp. 20 ribu setelah dikurangi Pulsa Rp. 5 ribu dan Pulsa sesama Telekomsel Rp. 5.000 berarti saya masih punya Rp. 10 ribu.
Setelah beli kartu, saya juga minta tambah pulsa Rp. 10 ribu. Beradasarkan hitungan sederhana cadangan pulsa saya adalah Rp. 10 ribu + Rp. 10 ribu= Rp. 20 ribu. Saya langsung menghubungi teman dan menurut catatan di HP saya Rp. 550. Dan hasilnya sisa pulsa saya Rp. 14,450. Heran. Berarti nilai Rp. 20 ribu yang tertulis di bungkusan Telekomsel tidak sama dengan hitungan saya. Karena saya hanya catat seadanya, lalu bagaimana simpati itu sebenarnya. Terlalu Pe De ni telekomsel!!