“Perang Gerilya” si Umar Bakri judul paling mencolok dalam Kolom Khidupan (hal 17), Kompas Minggu 11 Mei 2008. Topik ini mengangkat urusan contek-contekan yang dibuat guru dan murid demi mencapai kelulusan. Akal busuk guru dan membusuki otak murid dalam hal ini sungguh mencemaskan bahkan mengerikan. Pembusukan dimulai dari institusi yang diharapkan sebagai wadah mulai pembentukan manusia. Kalau instiusi ini sudah begitu busuk, kelak kemanakah anak kita dititikpkan.
MUrid bergembira karena guru bergerilya menembus bungkus soal ujian. Soal ujian bocor dan hasil rekayasa jadi nyata dalam sertifikat anak asuhan. Ya, Tuhan begitu rendahkah martabat bangsa ini. Korup dan korup mulai dengan institusi pendidikan. Bagaimana kita bisa mengharapkan ada kekuatan sumber daya manusianya. Indonesia Raya meredeka , meredeka. Meredeka yang bablas dan bisa jadi amblasnya suatu bangsa tanpa sumber daya.