Notes adalah buku catatan kecil yang biasa dimasukkan dalam kantong (saku) baju. Karena itu sering disebut buku saku. Tentang notes kecil ini saya teringat akan guru EsDe saya, yang selalu membawa notes kecil di kantong (saku) bajunya. Benedictus Geju, nama guru saya waktu kelas kelas enam EsDe. Sampai sekarang saya masih menempatkan guru Bene ini sebagai guru paling favorit dari semua mereka yang pernah menjadi guru saya. Dia selalu saya kunjungi bila saya berlibur. Seorang yang selalu saya kunjungi selain orang tua. Tentu ada nilai-nilai lebih yang saya peroleh bapak guru Bene.
Saya membaca tentang karya menulis ada unsulan untuk mencari inspirasi. Inspirasi katanya datang tiba-tiba. Inspirasi bisa kita dapat melalui pengalaman indera kita, atau melalui bacaan. Dianjurkan supaya semua insipirasi yang masuk ke pikiran dicatat dalam sebuah buku catatan. Catat semua inspirasi yang kita peroleh sebanyak-banyaknya sebagai sumber referensi bila kita akan menulis kembali. Gagasan, ide-ide yang muncul itu merupakan suatu ilham, cahaya terang yang membuat kita berpiikir lebih jauh.
Mengumpul gagasan atau ide yang mengilhami dalam buku catatan, mengingatkan saya akan bapak guru Bene, yang selalu membawa satu buku saku, sebuah notes kecil kemana saja dia ke luar dari rumah. Dia sekarang sudah pensiun, tetapi kebiasaan itu tak pernah ketinggalan. Saya juga jadi ingat akan profesor Joko, dosen ITB yang hidup membujang hingga Tuhan memanggilnya, dia seorang pendidik sejati. Dia cerdas tetapi tidak bawah notes kecil. Dia selalu menyelipkan satu sikat gigi di kantong baju. Guru Bene , seorang guru desa, guru Joko adalah maha guru, professor. Keduanya mengilhami, membawa pencerahan.