Kemarin saya dan isteri menghadiri satu acara pernikahan keluarga kerabat isteri saya. Lokasi acara adalah rumah tinggal orang tua pengantin wanita. Disamping kiri rumah masih ada lahan kosong. Dipasang tenda dengan langit-langit warna putih bergantung beberapa lampu yang menyala redup disiang hari. Diatas penggung dihiasi bunga warna warni dari kelas sederhana. Bunga-bunga itu dipasang pada dinding terbuat dari dari belahan bambu yang di satukan dengan memaku pada balok kayu. Latar bambu divernis. Dikedua ujung dinding latar bambu itu ditambah Stirofoam putih dengan sedikit coretan. Didepan podium ada sedikit taman kecil pemantas pandangan. Kursi lipat kurang dari seratus biji banyak yang kosong. Kami datang jam 15.00 sore untuk sebuah pesta keluarga yang dimulai jam 11.00 Wib.
Pengantin berdua berpakaian jawa berwarna hijau muda. Warna sangat lembut. Pengantin wanita montok berkulit putih bersanding dengan seorang lelaki berwajah mirip dengan warna klulit agak gelap. Saya tidak begitu kenal sangat dekat dengan keluarga ini. Karena mereka adalah kerabat isteri saya. Wajah anak wanita agak mirip dengan wajah ayah dari pengantin wanita, tetapi sangat berbeda dari sang ibu pendamping ayah.
Kami sibuk beramah tamah dengan kerabat isteri. Saya mengamati ada yang tidak biasa. Sebelah kanan pengantin adalah ayah dan ibu pengantin wanita. Sebelah kiri pengantin ada saudara kandung ayah pengantin, yang berkulit lebih gelap bersama isteri yang agak berumur. Dalam perjalanan pulang saya mendapat informasi bahwa pengantin wanita adalah anak kandung dari bapa yang mendampingi sebelah kirinya. Dan Bapak yang sebelah kanan adalah ayah yang membesarkan anak perempuan tersebut. Anak ini dititipkan pada ayah angkatnya ketika sang ibu meninggal dunia dan sang ayah kandung yang berada disamping kirinya menikah lagi.
Nice Blog
Please join at Komunitas Indonesia on http://www.indonesian.co.nr
By: Komunitas Indonesia on June 23, 2008
at 4:13 am