Posted by: atakeo | September 12, 2008

Paten untuk Motif dan Produk Seni Budaya Indonesia

Orang Bali naik pitam. Mengapa tidak? Orang Bali dituduh menjiplak motif perak yang dipatenkan orang asing. Orang Bali tidak pernah merasa sebuah motif menjadi hak pribadi. Tetapi mereka anggap itu khazanah khas dan milik bersama orang Bali. Motif bunga Bali dipatenkan dengan fleur. Dan Motif titik dipatenkan dengan dot. Nanti semua motif Bali tinggal diterjemahkan dan menjadi nama asing untuk jenis sama yang merupakan karya budaya yang berurat akar dalam jiwa seni orang Bali.

Reaksi orang Bali menggugat kita orang Indonesia. Kita selalu menganggap semua hasil kerajinan yang telah biasa kita lakukan adalah milik bersama. Dan karena milik bersama kita membiarkan tanpa ada perlindungan. Kita mempunyai berbagai karya seni budaya anonim. Karena penggagas yang rendah hati tidak mau ingin menyombongkan diri jadilah banyak karya dengan pencipta anonim. Banyak karya seni suara, seni pahat dan seni tari serta seni ukir seperti yang ada di Bali merupakan karya besar tak bertuan. Kini kita berada dalam zaman yang mengakui hak cipta. Ketika kita lalai memprakarsai daftar hak cipta, maka orang lain memanfaatkan peluang. Hak cipta adalah hak milik yang bisa diperjual belikan. Hak yang berharga.

Malaysia salah satu negara yang memanfaatkan kelengahan kita. Batik bagi orang Indonesia adalah karya budaya kita. Orang Malaysia masih juga mengakui dalam salah satu situs, batik berasal dari kata titik dan berasal dari bahasa Indonesia. Tetapi berani-beraninya mengatakan batik merupakah hak cipta Malaysia. Demikian juga  beberapa tarian diakui sebagai seni budaya Malaysia.

Masih ada yang lebih menakutkan kita. Bumi Indonesia yang kaya raya ini memiliki berlimpah kekayaan hutannya. Berbagai jenis tanaman berkhasiat bertumbuh subur di persada nusantara ini. Siapa tahu sebentar lagi semua obat dengan daun-daun tumbuhan dari bumi pertiwi Indonesia akan dipatenkan oleh orang asing. kalau kita menggunakannya sebagai obat kita harus minta ijin dan membeli hak paten.

Bagaimana caranya kita melindungi diri menghadapi semuanya ini. Kita tidak bisa berkali-kali berdemo seperti orang Bali beri reaksi setelah ada tuduhan melanggar hak cipta. Pasti ada yang ingin bertukar pendapat untuk urusan satu ini.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: