Menjala dunia menjaring ilmu dan merangkul sahabat. Itulah dunia internet. Ketika mengenal internet, yang pertama dipelajari adalah mempunyai alamat e-mail. Pada awalnya untuk mengisi data sendiri saja sudah seperti mengurus passpor. Seorang seharusnya bisa mengisi sendiri, tetapi ada yang merasa tergantung pada orang lain. Demikian ketika pertama kali membuat alamat e-mail. Yang dikerjakan sendiri adalah membuat PIN. Data-data lain dilakukan orang lain. Setelah mempunyai alamat e-mail sudah merasa seperti sudah melakukan hal besar. Padahal yang dilakukan adalah hanya menulis dan mengirim. Lama-lama membuat e-mail sendiri. Email baru dibuat dan sering dengan identitas yang disamarkan, karena bahan chating masih sekedar ngobroi taka jelas. Seringkali berujung mencari kencan lawan jenis. Untuk dapat mengobrol juga pertama minta bantuan teman. Saya masih ingat ketika berbulan-bulan berkelana di Korea, saya menghabiskan waktu sekitar 54 jam sehari untuk chating. Duduk di ruang sejuk (Internet Bang /ruang inernet) ada makanan kecil, ada telepon umum dan dekat dengan toko kecil yang menyediakan makanan kecil dan makanan hangat murah selma 24 jam.
Dunia blog yang paling akhir ini ternyata jauh lebih menarik dan asyik. Saya masih ingat blog Jennie S. Bev paling laris. Saya kagum begitu ratusan orang bahkan ribuan orang membanjiri blognya. Sungguh luar biasa. Tetapi kini saya mulai melihatnya sebagai hal biasa saja. Dengan pengetahuan blog yang sangat minim saya bisa membuka situs Jennie S. Bev. Dan bahkan saya beberapa kali bekomunikasi dengannya. Blog awal saya MYATOZ dot blogspotdotcom MYATOZ berarti A hingga Znya aku. Blog itu terhapus karena ketika mengedit blog, saya tidak tahu lagi bagaiman mengembalikan pada posisi semula. atau ke arah yang lebih baik. Menulis blog suatu yang barujusteru pada saat itu kemampuan mengatakan dalam tulisan dianggap beban.
Beberapa pelajaran yang saya petik, saya terus belajar, sayaa berteman dan belajar dari teman. Saya masuk dalam jaringan dan merasa dunia ini tidak menjadi milik saya sendiri. Untuk mencapai ke sana saya lakukan saja alias Do IT dalam bahasanya Pangeran Charles. Kalau dalam bahasa Melayu do it artinya bikin doit. Saya haraop dan saya pastikan saya akan do it dan bikin duit segera.