Bom meledak di Hotel J.W. Marriott dan Ritz-Carlton di kawasan elit Mega Kuningan Jakarta pada 17/7/2009 mengingatkan kita akan berbagai aksi kekerasan di negeri subur dan murah meriah senyum ramah ini. Kalau saja tidak segera meninggalkan hotel untuk berlatih maka pasti kita kehilangan pemain terbaik di negeri ini. Mereka itu adalah bintang-bintang pemain sepak bola Indonesia. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi MU, klub yang baru saja menjual pemain topnya seharga lebih dari satu triliyun rupiah. Real Madrid merasa harga selangit itu masih jauh lebih rendah dari tingginya langit penghasilan kelak. Ada keyakinan diatas langit masih ada langit.
Orang nomor satu bangsa Indonesia SBY langsung menuding. SBY sang presiden menyingkap aslinya.Beliau kebakaran jenggot dan marah besar lalu mengaitkan segalanya dengan PILPRES. Tanpa mengomentari orang pintar, yang jelas kita semua patut menyesalkan adanya kegiatan terorist. Mengerikan dan kejam. Kita berdukacita. Dunia berduka karena ada yang direnggut jiwanya. Indonesia kecewa tidak jadi menjamu MU. Gambaran dunia tentang negeri damai, tempat panorama indah untuk berwisata dengan sejuta ramah menjamu wisatawan lenyap disambar bom.
Peristiwa keji ulah terorist mengundang tanya. Pasti ada yang heran mengapa bisa terjadi di hotel dengan keamanan tinggi. Melihat segala peralatan rakitan bom, mengherankan bahwa tak ada yang tahu. Mengaitkan aksi teror dengan ideologi, boleh jadi ada kerja sama antara sekuriti dengan tamu hotel peneror. Masa tak ada yang tahu seorang dengan tas bisa masuk tanpa periksa. Lalu dari mana orang itu datang. Kalau saja ini berasal dari kamar hotel, bagaimana petugas keamanan tidak pernah mememeriksa ketika seorang masuk hotel. Sudahlah itu urusan petugas kepolisian. Kita percaya polisi Indonesia tidak hanya jago menyemprit di jalan untuk menahan pengendara sepeda motor dan mobil angkot. Memang itu jagonya, karena itu juga cara polisi menutupi biaya bensin dan uang rokok. Kita tunggu polisi Indonesia yang berkwalitas. Mereka tidak akan mengecewakan. Itu so pasti.