Posted by: atakeo | March 1, 2008

UANG KERTAS RUPIAH DAN DOLLAR

Alat tukar berupa uang kertas ada di semua negara. Uang kertas Rupiah RI dan Uang kertas Dollar USA sama kertas.

Apa bedanya antara uang kertas Rupiah dan Dollar Amerika? Perlakuannya: Rupiah biasa dipegang oleh Tukang minyak dan tukang gorengan serta tukang sampah, orang pasar. Uangnya jadi pasti kotor. Uangnya diremuk-remuk dilipat sampai paling kecil agar kalau digenggam tidak kelihatan ketika masuk kantong kolekte (derma) di Gereja Katholik.  Apa yang diberi tidak boleh diketahui oleh orang lain. Tetapi kertas uang dilipat dan diremas seperti sampah.   Selain itu Uang bisa dijepit stapler dan akibatnya uangnya jadi robek. Uang juga bisa ditulis dengan balpoint. Itu cara orang Indonesia memperlakukan uangnya.

Bagaimana dengan uang Dollar. Yang pegang uang Dollar biasanya kelas menengah atas.  Harganya yang berlipat-lipat terhadap uang kertas Rupiah RI tentu  bukan karena lecaknya. Uang Dollar Amerika itu kalau kita tukarkan ke Bank atau Money Changer ada syarat-syaratnya: uang tidak  boleh sedikitpun lecak (ujungnya tidak patah), tidak ada coretan ballpoint, dan bersih.

Teman-teman saya yang Korea, ketika mendapat uang kertas mereka bntang dan ujung-ujungnya ditekan pakai ibu jari supaya lurus dan disimpan di dalam dompet dalam keadaan rapih. Orang Korea memperlakukan uang kertas Won dengan hati-hati.

Sikap memperlakukan uang kertas sebenar menejelaskan beberapa hal  serta bukti bahwa orang Indonesia boros. Kita selalu mudah mencetak uang kertas. Kertas untuk uang tentu kualitasnya berbeda. karena itu ongkos untuk cetak uang juga sangat mahal. Tetapi orang Indonesia menganggap uang itu sebagai sampah saja. Urusan cetak mencetak bukan urusan awak.

Sikap memperlakukan uang Dollar, karena tidak boleh kotor, tercoret dan lecak, maka memegang uang kertas Dollar bagaikan membawa Bendera Pusaka RI. Uang kertas Dollar Amerika itu dijaga agar tidak boleh cacat sedikitpun. Dan nilai tukar uang Dollar dinilai beda-beda. Penukaran Uang Dollar dibedakan berdasarkan Ukuran (ada yang besar dan kecil),berdasarkan nilai (10 Dollar, 20 Dollar atau 50 Dollar atau 100 Dollar). Juga dibedakan berdasarkan kondisi( lecak, patah, ada tulisan, kotor).

Katanya orang Indonesia dan Amerika sama derajatnya karena sama merah darahnya. Tetapi terkadang orang Indonesia juga dipandang sebelah mata dan direndahkan. Lihat saja ketika Suharto menandatangani perjanjian dengan IMF. Ada orang Amerika berdiri gagah sementara Soharto berbungkuk menandatangani dokumen. Salah satu catatan sejarah menjelang jatuhnya pamor bangsa. Bukan saja Soeharto yang turun pamor, tetapi bangsa ini serasa dilecak bagaikan uang kertasnya.


Responses

  1. Kalau tukar uang di Indonesia, yang bisa diakal2in sama penukarnya mas… lucu juga, kalau uangnya terlipat, harganya bisa turun hahaha

    tapi masalah bangsa kita kurang menghargai uang, itu ada benarnya juga., dengan kebiasaan boros dsb.., ditambah lagi musuh kita bersama : KORUPSI

    disatu sisi, uang merupakan barang langka. disisi yang lain, ada kelebihan uang sampai pemiliknya g tau uangnya mau diapain…

  2. Tulisan bagus … sebagai pencerahan untuk menghargai uang kertas rupiah ..

  3. @ Djoko Sawolo, terima kasih sudah mampir di blog yang sudah lama hampir ditinggalkan ini. Anda sudah kasih saya semangat untuk menulis lagi setelah sempat tenggelam ketika berenang dalam kolam facebookers. Saya terseret ikut arus beberapa group dan selalu siap reaksi bila ada yang beraksi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: