Posted by: atakeo | April 19, 2008

Mengawasi dalam Mabuk

Saya masih ingat hari itu subuh pada perayaan Idul Adha. Saya dibangunkan oleh seorang melalui telepon genggamku. Sekitar jam 03 dini hari. Ahn In Kyu mucncul di layar telephon. Dia Bos saya. Dalam bahasa Inggeris beraksen Korea dia mengatakan :”saya sekarang ada di pos polisi.Ini bos saya”  dan dial menyerahkan telephonenya kepada polisi. Saya akhirnya berbicara dengan polisi dan kami saling sapa. Saya menegaskan ucapan pak Ahn ini dan mengatakan nama kemudian  meminta tolong bantu karyawan saya. Dan jadilah saya boss pak Ahn demi melindunginya. Polisi menjelaskan masalahnya dan menjawab  bahwa akan membantu. Saya segera datang dan menemukan dia tidur di bangku panjang sambil memangku komputer jinjingannya. Saya bicarakan dengan polisi, kemudian membangunkan pak Ahn lalu antar ke apartemen di Kelapa Gading. Di jalan dia menanyakan apakah saya teman polisi. Karena ada seorang polisi mengatakan bahwa saya temannya. Polisi mengatakan itu setelah ada penegasan dari saya bahwa pak Ahn adalah anak buah. Saya tidak tahu apa yang ada dalam benak polisi tentang saya.

Pada saat itu pak Ahn (boss saya) pulang dari rumah teman setelah banyak minum. Dia sendiri mengemudi dan menabarak sebuah kendaraan pick up yang sedang parkir. Orang yang sedang berjalan dan menyiapkan hari kurban, mengamuk dan melempari kendaraan pak Ahn dengan batu dan mengancamnya. Kaca mobil depan dan jendela kiri kanan depan hancur diketoki batu oleh pejalan kaki. Untung ada polisi yang sedang patroli.

Hari ini 19/4/08 jam 02.20 ada telepon. Ahn In Kyu muncul di layar. Dia baru saja mengunjungi pabrik dan menemukan para petugas jaga tidak dalam keadaan siap. Siap dalam pengertian pak Ahn semua harus mengenakan pakaian seragam tidak dalam keadaan ngantuk di kursi atau lengah dengan pakaian saadanya.

Pak Ahn terus memprotes saya karena saya katakan bahwa dari sisi keamanan tidak perlu dirisaukan. Untuk sekian kali dia protes. Pernah dia datang ke pabrik lewat jam 03.00 dan kedapatan demikian. Dia menelpon saya. Tetapi telepon genggam saya tidak ada disamping tempat tidur. Setelah berkali-kali ditelepon dan saya mengambil telepon. Dia marah-marah dan mengatakan bahwa system alarm tidak berjalan. Bagaimana telepon tidak diangkat.

Berkali-kali pak Ahn datang ke pabrik setelah menjalani ritual makan malam di rumah makan Korea dan kemudian menuju Karaoke untuk minum soju atau bir sampai teler dan lupa berada di darat. Setelah bergaul sangat lama dengan orang sebangsa pak Ahn saya memahami saja. Tetapi dari sisi lain menyebalkan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: