Posted by: atakeo | April 22, 2008

Berpisah dengan Ibu

Saya tidak ingat dengan pasti. Tetapi saya iangat ibu saya mengantarku sampai jauh di Dowo Lomba.sebuah kali kering penuh batu dan pasir.  Ibu menyerahkan semua bawaan kepada ku untuk dibawa sendiri dengan pesan :” Baik ya, jaga diri baik-baik dan hemat dengan apa yang ada.”  Aku berjabat tangan dan menciumi buku  jari-jari tangan kanan ibu. Ibuku tidak menciumiku tetapi hanya menepuk bahuku dan membiarkan aku berjalan bersama dengan ayahku. Kami akan berjalan kaki sekitar 8 jam dan akan berisitirahat semalam kemudian melanjutkan perjalanan lagi. Keesokannya kami akan sampai ke sebuah sekolah berasrama. Berada di daerah dingin berkabut sepanjang waktu. Setelah berada di sana selama 3 bulan, saya terjatuh dilapangan basket ketika menggulingkan drum sambil berdiri diatasnya. Menurut perawatku pastor Engels tulang belakangku retak. Aku harus istirahat di sebuah kamar khusus di asrama. Keesokkan harinya berita duka itu datang. Pimpinan Sekolahku menyampaikan bahwa saya harus tenang dan bersabar.karena Tuhan telah memanggil ibuku. Teman-temanku lebih dari seratus orang datang menyalamiku sebelum makan pagi.

 

Perpisahan sederhana itu ternyata menjadi pertemuan dan perpisahan untuk selamanya, karena kemudian ibuku meninggalkan kami yang masih kecil untuk selamanya. Tuhan beri ibu istirahat dalam kedamaianMu. Kutulis ini untuk mengenang ibu  pada hari dan bulan Kartini ini 2008.

 


Responses

  1. Aku juga kini jauh dari ibu,.. membaca tulisanmu membuat aku teringat akan ibuku… Ibuku selalu bangun jam 4 pagi, menyalakan api,.. memasak. tangannya keriput & kasar karena CINTA. Setelah semuanya beres ibu membangunkanku untuk berdoa.. aku malas.. terkadang aku membungkam tak mau berdoa, marah pada ibu yang selalu mengusik mimpi indahku… mengingat itu betapa berdosanya aku pada ibu…
    setelah aku selesai kuliah, bekerja, aku malah meninggalkan ibu…
    Rasanya saat ini juga aku ingin pulang, mengajak ibu tertawa, membawanya berkeliling dunia….
    (Bang Nando sampaikan salam buat ibuku di bajawa… Dia wanita terhebat di duniaku…)
    “Mamma, I proud of you”)
    @ Monik: Terima kasih atas kunjungan ke blog ini. Kalau saja saya tahu alamat mama di Bajawa, saya kebetulan akan ke sana. Akan kubawa salammu. Aku yakin harus sambil bawa jacket tebal karena sekarang Bajawa pasti dingin… Salam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: