Posted by: atakeo | May 2, 2008

Buru Sergap Tetangga Saya

Isteri saya menelpon saya. katanya dia tadi baru dari pasar. Soal pergi ke pasar pasti bukan berita. Itu hanya awal sebuah kisah.  Katanya dia ketemu  ibu Jayalah. Ibu Jayalah kerjanya jadi tukang dagang uang di pasar. Lintah kecil di darat pasar banyak mangsa. Dia ini terkenal sebagai tukang pinjam duit. Pinjam di ibu berjilbab anggun ini bunganya 30%. Mampus kalau tidak segera kembalikan pada waktunya.  Ibu Jayalah si tukang rentenir ini tidak hanya pandai menggandakan uang tetapi  juga mulutnya ganda  bagaikan ember bocor. Suka omongin orang juga tetanggaku yang suka pinjam. isteri saya jadi tahu juga. Isteri saya suka bilang kalau susah jangan pinjam di tetangga. Tidak ada rahasia. Ini gengsi kuarga yang tidak mapan. Harga diri menjadi segalanya.

Kali ini si rentenir cerita tentang tetangga kami yang lain. Itu lihat nggak. Pak Parahah! Isteri saya bertanya ada apa dengan Parahah. Apakah sakit ..kata isteri saya, yang selalu lugu. Katanya tidak sakit tapi ada di BUSER. Cuma pakai celana kolor dan muka ketutup koran.  Dia ketangkap karena menipu. Dia mengimingi orang jadi pejabat dan menerima sejumlah uang. Tetapi yang diimingi terakhir adalah pejabat pula. Dan dia kejebak. Masuklah dia dalam tayangan Buru Sergap media tayang   taring gagah aparat keamanan Indonesia.

Ya Tuhan… kasihan tetanggaku. Kalau mau sedikit susah berusaha, pasti tidak perlu kejebak sergapan menyesakkan. Saya ingat isterinya, anak-anaknya yang saya kenal juga. Maklum saja… namanya   tetangga. Manusia ada yang baik ada yang kurang baik. Ada yang baik tetapi satu kesalahan bisa bermasalah. Ada yang jahat banyak kesalahannya, mereka aman-aman saja.  Maling ayam ketangkap. Penjarahan bank dan uang negara yang kasat mata bisa lolos saja.

 Adilkah kita. Adilkah hukum kita. Adilkah bangsa kita. Saya tetap kasihan dan terenyuh hati ingat tetangga dan sahabat saya pak Parahah. Saya tidakmau memposisikan diri untuk  menyalahkan. Yang jelas sikap saya pada Pak Parahah adalah  tetangga, sahabat dan saudara. Dia lagi naas… mengenaskan hati saja. Ya Tuhan ….Ya Allah….

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: