Posted by: atakeo | May 2, 2008

Unjuk Rasa Sambil Salaman

Beberapa saat lalu sembilan orang karyawan perusahaan kami masuk ruang kerja saya. Dan mereka mau minta naik gaji.  Saya katakan tugas saya menjadi lebih enak. Karena anda telah unjuk rasa. Mereka kaget. Kok … datang baik-baik bilang unjuk rasa. Saya katakan ya memang ini juga unjuk rasa. Unjuk rasa tidak selalu dalam bentuk pawai kekerasan alias demonstrasi barbarian. Dan saya bilang ibu-ibu kampung Philipina jalan-jalan saja sambil pegang panci mereka bisa robohkan kekuatan kuasa Marcos. Jadi berarti unjuk perasaaan dengan omong-omong manis juga baik untuk mencapai sesuatu yang baik pula. Dan saya menjadi enak untuk menyampaikan ke bos besar saya.

Omong-omong unjuk rasa. Seorang preman yang mempunyai anggota sangat banyak. Mereka biasa menjadi orang sewaan untuk maju tak gentar unjuk rasa atas nama uang. Maklum mereka orang bayaran.  Sang kepala preman yang semula sangat sangar mengancam saya sekarang jadi sahabat. Tetapi urusan organisasi preman dengan pekerjaannya tetap tetap saja.  Mereka agak kesal dengan satu perusahaan di Cikarang yang tidak memberikan mereka kesempatan mengambil limbah.  Mereka merasa sebagai anak kampung dan tuan tanah. Tetapi melarat karena sebetulnya tidak ada lagi tanah luas yang dikuasainya. Mereka bagaikan macan yang keras mengaum bertaring ompong takberdaya. Mereka tanya saya apakah boleh unjuk rasa. Saya bilang boleh saja. Ini cara kita memperlihatkan atau mengedepankan rasa kita. Ini tidak jahat. Tetapi bila diikuti dengan tindakan tidak terpuji maka itu jelak. Saya mengompori dan bilang  hayoo…aja. Unjuk rasa … tapi bawa polisi saja. Soalnya biar dilindungi, atau dari sisi lain sang sasaran bisa tambah takut. Tapi saya bilang awas… jangan bikin masalah. Hindari kekerasan dan kesangaran orang barbar tak beradab… 

Tanpa sadar  ternyata saya  telah jadi warga kehormatan sebagai penasehat para preman. Mereka patuh dan mereka memperolah buahnya…. Soalnya unjuk rasa boleh tetapi kekerasan menyakiti raga jangan….  Untung nasehatku baik dan berbuah manis. Bagaimana kalau tujuan jelek. Bisa-bisa ikut kesangkut di cidukan aparat. Ogah a…bisa jadi kepala preman pula aku ini.

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: