Posted by: atakeo | May 5, 2008

Bengkel Kutak Kutik

Pagi ini saya dengar saudara-saudara  yang  sangat beriman dan patuh waktu sudah menggemakan  doa di surau dekat rumahku.  Aku terjaga dan langsung menuju ruang komputerku. Ternyata komputerku on sepanjang malam. Ini tandanya saya orang yang kurang awas. Listrik mahal dan juga internet mahal. Tetapi apa mau dikata sudah kejadian.

Saya bergegas menuju blogku. Dan saya mendapatkan satu pesan dari pengelola blog, yang saya boleh bilang bengkel kutak kutik. Saya kunjungi blognya.  Wah rumit juga komeentar di post blognya.  Kalau ada yang baru dia kutak kutik mau pahami.  Saya hanya omong tentang kutak kutik. Apa yang dikutak kutik dan ngapain di urai-urai begitu sungguh jauh dari dunia saya. Saya pragmatis dan dia lebih analisis. Kalau kita bilang orang seperti itu rumit bangat, dia akan bilang he kamu itu gegabah bangat. Gampangin saja. Daia akan peringatkan kita agar pikir dulu baru berbuat. Pikir itu Pelita hati. Benar juga. Sebab hasil  pikiran  cermat seorang bisa  memberi kerja ratusan bahkan ribuan orang . Nah ini artinya pikir itu pelita. Pelita yang menerangi. Saya merasa berada di dunia lain. Dan saya bilang padanya bahwa dia berbuat besar dan bravo. Itu duniamu. Aku di duniaku. The most pragmatic world just to keep covering my shortage. It is because of no other choice.

Orang pragmatis seperti saya, bila  baca hanya sekedarnya. Kita pilih-pilih kacang. Yang enak dikupas dan dimakan dulu. Kacang kecil dan mungkin rada busuk baru  dijamah belakangan. Saya juga mempunyai bos yang sangat jelimet. Soal kecil dipikir dan disaring-saring. Mumet. Dan memang dia kelihat mumet capek dan uring-uringan.  Saya selalu bilang don’t worry sir. Dan dia bilang apanya don’t worry. Orang sedang worry kok. Satu saat dia keberatan pada saya tentang satu hal dan marah-marah dengan keadaan. Saya bilang padanya : OKey. Dia teriak Oke apa?  Ini beda lagi. Orang kampung seperti saya kalau  ada orang  mengatakan yang jelek dan marah-marah kita diam dan terima saja. Dan kita katakan, baik. Baik kan sama dengan OKe. Maksudnya saya tidak setuju dengan ketidakberesan yang terjadi. Saya setuju untuk merobahnya. Tetapi sangar  edan seberang sana tidak ngerti budaya melayu. Bilang Ok saja sudah marah-marah.

Kembali ke rumah kutak kutik si analyst. Saya angkat topi. Itu ilmu komputernya wou. Saya hanya bisa terheran membacanya. Sudah urusan urai mengurainya sulit, dia pakai bahasanya bang Bama.  Saya ingat si Bama, karena saya termasuk doain kalau bisa anak hitam yang pernah main hujanan di pinggir kali Ciliwung bisa jadi vox mundi alias suara dunia. Biasa orang Amerika lupa omong tentang vox populi, suara rakyat. Lihat saja,  peduli apa dengan rakyat Iran yang setiap hari mati tanpa arti. Rakyat atau manusia bukan urusanku. Yang dipentingi adalah kami kuasai dunia.

Ketika berada di rumah atau bengkel kutak kutik, saya mengerutkan dahi lebih banyak. Coba pahami ilmunya dan coba mencerna bahasanya.  Karena itu tadi. bahasa abang Obama. Dan saya bilang terima kasih sama yang punya bengkel kutak kutik itu. Sekali saya mendayung beberapa pulau terlewati. Sambil menyelam sedikit keminum airnya. Saya menimba ilmu dan saya dikasih kaya bahasanya. Jadi saya tidak di rumah hantu tahayul tetapi di balai raya budaya.


Responses

  1. Ah, I do wish I could read your blog!

    Do you live in Indonesia? I’ve always wanted to visit.

    Do you speak the national language of Indonesia, or do you speak another language? (I know Indonesia is home to thousands of distinct languages!)

    :]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: