Posted by: atakeo | May 5, 2008

Heboh Plagiarisme

Tadi saya kehabisan akal mau nulis apa. Tetapi saya belajar dari tutor saya http://formulabisnis.com/?id=virwea  Dia bilang tulis saja. Mungkin ungkapan ini satu bentuk sontekan. Tetapi saya pikir biar saja. Saya lagi belajar.  Selanjutnya dia bilang tetap saja menulis. Dan karenanya saya juga menulis ini. Matur nuhun mas. Jangan kau bilang aku nyontek. Tetapi aku lagi belajar dan saya terus berguru padamu. Guru baik murid belum tentu baik. Tetapi ada yang bilang murid bisa lebih dari gurunya.  Yang ini baru dibilang hebat.

Saya pernah ikut kursus di Jakarta. Dan seorang guru bahasa Inggeris saya cewek cantik. Dia minta saya untuk mencatat. Tetapi saya diam saja. Karena saya anggap itu belum rumit untuk diingat. Saya kemudian diberondong tanya. Saya masih jawab dengan cermat. Lalu saya tanya apakah dengan program yang ada nona guru bisa jamin kami omong Inggeris. Dengan metode yang ada saya ragukan hasilnya. Nona manis nan ayu lulusan IKIP, yang guru kami sedikit gelagapan. Minggu berikut tidak masuk. Ketika masuk lagi saya bilang …I miss you… where have you been? Dia tegar beri less. Tetapi kemudian tidak masuk lagi. Kata pengelola dia tidak nyaman di kelas kami… Nampaknya guru juga biasa memberi catatan untuk disontek saja. Tidak membiarkan kita pahami.

Saya ikut kuliah di jakarta. Terus teman-teman kami seratus persen nyontek. Saya kaget karena di desa kami sangat diharamkan. Dan tidak pernah kami pikirkan. Sejelek apapun itu adalah hasil terbaik kami. Karena itu kalau ada teman kami yang berhenti di tengah jalan karena angka merah dirapor lebih dari tiga. Mereka biasa bernilai lumayan baik di sekolah lain.  Ketika saya menyaksikan budaya nyontek, saya  tidak senang dan kemudian berhenti  kuliah. Seperti waktu di tempat kursus 6 bulan saya juga lihat mereka semua nyontek.  Dan baru-baru ini saya bertemu seorang murid SMA di Jakarta Timur. Besoknya ada ujian dia masih keluyuran. Saya tanya bagaimana ujiannya. Kami sudah dapat jawaban dari guru, katanya.  Guru juga mengajarkan cara menulis jawaban di kertas. Tujuan guru yang mulia  adalah biar sekolah punya nama baik. Tingkat kelulusan tinggi tetapi nyontek.Guru kepala sekolah  mengajarimurid  nyontek. Anakdibekali keahlian nyontek oleh guru. Ini yang namanya: Guru kencing berdiri , murid kencing di celana. Murid nyontek isian ujian, guru nyontek seluruh skripsi.

Saya lalu pikir-pikir jangan-jangan urusan sontek menyontek adalah cikal bakal plagiarisme. Ada tali temali antara nyontek di kelas dan plagiarisme. Saya heran tetapi saya kagum juga. Plagiarisme adalah kecerdasan juga. Kecerdasan negatif. Malu-maluin.  Tetapi ada orang seperti saya ini secara tidak sengaja menikmati hasil dari peredaran buah yang dipetik dari kebun orang tanpa minta ini. Gara-gara heboh plagiarisme saya dolan sana-sini. Ini yang namanya  sensasi juga. Cari popularitas. Jangan-jangan ini sengaja. Atau memang masa bodoh. Sudahalah….. baik-baik karya orang lebih baik tetesan perasan otak sendiri.!!! Salam saya untuk yang punya karya sendiri anda telah membangun jati diri sendiri. Dan bagi yang kesilap langkah tidak usah cemas… sadarlah masih ada esok untuk kita bikin lebih heboh.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: