Posted by: atakeo | May 7, 2008

Tora Pintar Tora Ribut

Maaf Tora khusus Tora Sudiro dan semua yang bernama Tora. Tora dalam bahasa mamaku adalah buah labu. Buah labu yang sudah tua dan kering dibelah dua kemudian diproses khusus jadilah piring makan. Itu masa jadul kata anak sekarang. Tora yang ingin diangkat ini juga bukan tora tempat air minum atau tatakan makan. Tetapi seekor anjing putih. Anjing ini berinduk asli Australia yang dititipkan karena pemiliknya harus pindah ke rumah sangkar alias apartment. Bukan menghina yang punya apartmen. Tetapi istilah sangkar saya dapat dari seorang perempuan kulit putih dari negeri Obama. Dia menangis pamit sama boss saya dan mengatakan aku harus kembali ke sangkar. Karena mereka akan kehilangan kolam renang dan halaman hijau serta pembantu patuh dari negeri orang semanis Melayu ini.
Tora kami adalah anjing pintar. Dia pintar memberi tanda kepada kami siapa yang datang. Dari bunyi gonggongannya kami akan tahu orang itu keluarga kami, atau tetangga bahkan dia akan menyalak garang pada yang jahat. Wah pintar. Untung si Tora tidak paham pujian ini. kalau dia paham saya pikir dia akan melambai-lambaikan ekornya atau dia akan berlari dan berlari kemudian mengangkat satu kaki belakang di dekat pojok. Ini tanda Tora mencari cinta. Mencari kehangatan baru merayakan pujian. Gayanya mirip pemain sepak bola Afrika Roger Mila, yang selalu berlari kepojok lapangan dengan setengah melengkungkan tubuhnya melenggok-lenggok menari bagaikan tora kami ingin berseni.

Tora juga suka bikin ribut. Dia gaduh tidak seperti gaduh teman Tora di Extravagant, yang selalu mengundang tawa. Kegaduhan Tora kami sungguh bagi saya menyebalkan. Ia akan sangat ribut bila tidak segera membukakan pintu rumah anjing, itu artinya di kebelet amat. Dia akan ribut kalau ada musuh abadinya. Pepatah bahasa Melayu benar menjelaskan kenyataan. Bagaikan anjing dengan kucing. Selalu bermusuhan dan bikin gaduh. Tora benar ribut kalau ada kucing lewat. Halaman rumah kami selalu menjadi tempat pertemuan para kucing. Selain mencari cinta dan memaduh kasih di halaman kami, keluarga marga Kucing ini sangat gemar buang hajat di rerumputan halaman kami. Halaman rumah kami ada banyak rumput liar, Tidak selalu rapih. Dan masih ada tanah yang bisa dipakai untuk mengubur busuk. Sorry to say ..Tai kucing. Kalau sudah melihat dan mendengar gaduh sesamanya dari marga kucing, Tora kami berteriak dan marah. Tora benar saya puji untuk pintarnya tetapi saya kesal karena tak mampu mengendalikan nafsu marah hewaninya.


Responses

  1. I’m honored to have you as a reader. I pray my blog encourages you, friend.

    Keep in touch.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: