Posted by: atakeo | May 8, 2008

Kita Punya Tirta dan Surya

Sedih dan sebal.  Berkali-kali saya menyaksikan begitu banyak orang mengerumuni mobil tangki merah berisi minyak tanah. Ratusan Jerigen berderet dan orang bergerombolan. Mereka antri untuk mendapat minyak tanah murah. Negeri ini seolah makin terpuruk Aduh.

Saya jadi ingat coretan di kamar WC pompa bensin.  Pertama saya minta maaf pada Bapak Presiden dan Wakilnya. Saya bersumpah. Ini saya baca. pasti Bapak-bapak terhormat tidak bisa masuk lagi kamar kecil penuh coretan kata kotor. Tetapi saya masih orang kecil dan disana saya membuang hajat.  Disana tertera tulisan: SBY dan Jakarta  menyengsarakan rakyat. Di dalam kurung tertulis (antek Soeharto) masih banyak lagi kata kotor disana. Saya yakin waktu masih remaja Bapa-bapa pernah masuk kamar kecil terminal atau wc umum di ketiga sisi tembok penuh tulisan. Tetapi seperti tertera di atas memang keterlaluan.  Saya masih ingat waktu saya di perkampungan islam di Manila.  Marcos melokasikan orang Moslem dalam satu kampung. Disana kita lihat dimana-mana menara airnya berbentuk kubah mesjid. Mereka jadi diaspora. Kelak mereka  menjadi spora penyebar benih  ajaran Islam. Di kampung ini saya lihat di prasasti peresmian  ditandatangani oleh orang nomor satu dicorat coret bahkan dirusak. Ungkapan rasa seperti pencoret kamar kecil diatas. Sesak… muak… tak tahan lagi.

Lalu apa kaitan dengan minyak tanah. Negeri kaya minyak ini tiba-tiba kehilangan pasokan minyak tanah. Ini minyak dari tanah. Lalu dimanakah tanah kita  yang mengandung minyak ini. Kita memang tidak pernah menyebut tanah minyak. Juga tidak pernah terbiasa menyebut negeri minyak. Kita terbiasa dengan kata: TANAH AIR. Orang Keo, Flores  mungkin karena tanahnya penuh batu menyebut : TANA WATU.  Hanya negara Jepang kita sebut NEGERI MATAHARI TERBIT. Semua atribut ini menjelaskan sesuatu makna. Ini cap yang kita berikan karena ciri dan kekhasannya dan juga karena dipetakan sebagai unggulan potensinya.

Negeri ini punya ribuan pulau. Itu tanah kita. Negeriku. Luas tanahnya bikin terheran-heran  anak-anak negeri,- yang sebentar lagi dikepalai anak kecil yang pernah main  hujan di Jakarta, Obama.  Bagaimana Soeharto yang manis senyumnya itu  bisa pimpin manusia di ribuan pulau ini dengan manusia multi etnis, budaya dan karakter.

Negeri ini juga punya tirta dan punya surya. Saya harap kelak anak negeri ini bisa merobah air jadi bahan bakar dan sumber energy. Lupakan dulu semua plankton di dalam laut. Beri waktu untuk kita terus menanam bumi  kita dengan pohon jarak pagar.  Kemudian surya dan angin bisa jadi sumber tenaga. Waduh… kita kelak akan bangga karena kita punya surya dan tirta. Kita juga punya   hutan dan tanah mengandung minyak yang kita sebut minyak tanah. Ini sungguh TANAH AIR kita.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: