Posted by: atakeo | May 9, 2008

Banyak Cara Ungkapan Kegembiraan.

Baru-baru ini kami bersaudara diminta segera pulang kampung. Ayah sakit keras. Pagi buta kami sudah berada di bandara Soekarno Hatta. Kami berempat laki-laki memenuhi panggilan.  Wajib hukumnya.  Putera-putera bapa saya  berlima lelaki di Jakarta. Seorang sudah balik ke  sang Pemberi kehidupan. Atau kata orang Keo dia telah kembali ke rahim ibunya.

Di bandara kami bertemu seorang ibu berbadan tambun berkerudung jilbab. Saya sendiri mengenakan kalung rosario berbutir  dan salib dari kayu.  Itu saya beli di sebuah tempat wisata gunung di Korea. Persis seperti Tangkuban perahu. Namanya Suanbo.  Oh ya ibu berjilbab  mengenal wajah-wajah kami. Dia bagaiakan ahli antropholog ragawi. Dari bentuk rahang dan kepala jadi identitas asal usul seorang. Dia dengan sangat hati-hati  menyapa dalam bahasa daerah saya. Bahasa Keo. Kamu semua mau pulang kampung? tanyanya. Begitu kami bilang ya dia  yakin bahwa kami adalah anak-anak dari sepupuh jauhnya. Dia mengahmpiriku dan mencubit pipi saya penuh gemas. Dan sekali menampar pipiku. Saya senyum dan ketawa kemudian sekali lagi pipi sebelah ditonjok pakai genggaman dengan lebih keras. Dan memeluk saya. Toleransi agama kental terungkap disana. Jilbab dan Salib berpelukan.  Itu cara orang saya mengungkapkan kegemasannya. Ketika di Denpasar saya menelpon guru saya yang sudah tua. Saya bertanya dan mengatakan apakah betul itu cara orang mengungkapkan rasa sukacita. Saya ditampar oleh ibu Siti. Dia ketawa.

Ada banyak cara menyatakan suka cita. Ada yang memeluk dan mencium. Yang lain dengan mengeluarkan air mata. Seperti kakak perempuan saya selalu berlinang air mata sesenggukan kalau berjumpa dengan kami adik-adiknya.

Masih banyak ungkapan sukacita aneh. Orang Indonesia Timur ketika bertemu seorang teman  yang sudah lama tidak pernah bersua akan mengatakan: “Kurang ajar kau disini”. Malah ada yang mengatakan: “Cukimai kau disini”Atau : “Setan putar kamu disini, tak ku sangka kita bertemu”. Masih banyak uangkapan aneh lagi, kalau diterjemahkan bisa bikin kuping dan pipi merah bahkan memalukan. Itu salah satu ragam budaya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: