Posted by: atakeo | May 10, 2008

Mimpi Harga BBM Turun

Saya bermimpi harga BBM turun. Karena gaji tidak pernah naik. Kalau harga BBM turun gaji bisa disisakan untuk masuk tabungan hari tua. Tetapi mimpi dan hanya mimpi. Harga BBM akan naik sejalan dengan meroketnya harga minyak mentah dunia.

Kita tidak usah berharap akan ada yang turun di negeri ini. Pejabat sekorup apapun tak pernah mau turun. Ketua PSSI, yang kejahatannya jelas secara hukum, sampai dipenjara pun masih tetap tidak bisa diturunkan apa lagi mau turun sendiri. Tidak pernah ada pejabat di negeri ini yang merasa malu dan mengundurkan diri. Rasa malu memang sudah tidak pernah ada di negeri ini. Karena segala sesuatu yang berkaitan dengan urat malu sudah jadi pernik pernik kebudayaan. Dia bisa dimainkan, bisa ditampilkan sebagai seni. Sepanjang jadi seni dia menjadi indah dan layak pentas.

Semua tahu di negeri ini yang ada hanya naik. Naik gaji, diawali dengan kenaikan gaji anggota dewan, naik harga keturutan kenaikan gaji anggota dewan. Ada juga naik pangkat dan naik gaji PNS setelah harga naik. Pegawai negeri Sipil itu ketiban sialnya.

Sedikit kita dengar tentang turun pangkat dan turun gaji. Karena memang tidak pernah diwacanakan tentang urusan turun turunan ini. Yang berkaitan dengan turun hanya turun temurun, juga berkaitan dengan naik jumlah. Naik jumlah penduduk. Ada lagi naik pitam. Kata pak W.J.S. Purwadarminta, penyusun Kamus Umum Bahasa Indonesia ternama itu, pitam artinya sakit kepala akibat darah naik ke kepala. Kalau sudah naik pitam alias naik darah, emosi naik membara.

Ada urusan naik yang menyelesaikan. Solusi aman berhubungan dengan naik. Ini dilakukan setelah ada kenaikan harga, dan kenaikan biaya, yang mendorong meningkatnya semua anggaran rumah tangga. Berkaitan dengan ini banyak orang yang mencari jalan pemungkas. Solusi final. Bukan barang aneh dalam hal ini. Ada yang lebih berani naik pohon dan naik palang pintu sampai tak mau turun lagi hingga napas terakhir. Mereka pertaruhakan hidup mereka. Hidup mereka berakhir di ujung tali. Dan yang takut mati seperti saudara dan saya ada solusi damai yaitu pasrah…menerima nasib hidup susah mati tak mau!!


Responses

  1. bukti bahwa kepekaan para elite negeri ini terhadap nasib rakyat sudah benar2 nihil. meski demikian, jangan sampai nasib saudara2 kita berakhir si ujung tali, hiks, tragis banget, mas. janganlah, hehehehehešŸ˜†

  2. @Swasli Thusetya, saya dan siapa saja dari kita tidak inginkan penyelesaian hidup tragis itu. Karena hidup tidak milik sendiri. Hiduip milik Allah dan masih berkaitan dengan sesama yang lain. Facta berbicara yang berakhir di ujung tali sebenarnya pengecut. Vivere est militare. Hidup itu disiplin dan keras. Hidup itu berjuang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: