Posted by: atakeo | May 12, 2008

Menulis Lagi

Saya sadar benar bahwa kalau  ingin menulis, saya mengalami kesulitan untuk memulainya. Menurut saya yang membuat menulis itu susah karena terlalu terpaku pada sebuah metode.  Kita terlalu mencari-cari kata untuk mengatakannya. Ketika saya mulai sadar bahwa menulis itu harus seperti berutur biasa, saya mulai merasa bahwa saya bisa melakukan itu. Jadi saya merasa tidak menulis, tetapi saya mengatakan dengan cara menulis. Mungkin sedikit terikat apabila saya mengatakan saya menulis seperti yang saya katakan. Berbicara atau menyampaikan segala sesuatu secara lisan adalah hal biasa. Tetapi ketika menulis apa yang ingin dikatakan menjadi berbeda dan sulit. Sebetulnya tidak sulit. Kesulitan itu muncul ketika kita merasa melakuakn pekerjaan  menulis.

Menulis menggunakan referensi buku atau pendapat orang lain. Seperti menulis orang berbicara terkadang kita mengatakan seperti pendapat atau perkataan si Watu. Kita sebenarnya mengutip kata Watu. Apa yang dikatakan Watu kita pakai untuk legitimasi pikiran kita. Mencari pembenaran. Ini cara kita meyakinkan bahwa ini bukan pendapat kita seorang. Pada waktu kita menyatakan pendapat kita dengan cara menulis, kita juga mengatakan sumber yang mendukung dan membenarkan kita.  Tidak usah takut menulis dengan referensi. Seperti mengatakan secara lisan, kita menyebut dengan jelas kata bapa Watu pada suatu kesempatan. Jelas sumbernya. Dan untuk dapat mengatakan demikian kita juga harus mendengar sendiri atau mendengar dari orang lain. Dalam hal menulis kita juga harus betul membaca dan menyerap pikiran penulis yang kita baca.

 

Menulis sama dengan menuangkan pikiran kita dalam bentuk catatan. Menulis sama dengan menyimpan data pikiran kita. Berpikir dan mnuangkan isi pikiran ada berbagaia cara. Ada dengan bahasa tubuh. Isyarat-isyarat gerak tubuh juga mengungkapkan apa yang ada dalam benak seorang. Bicara atau mengatakan secara lisan adalah juga cara lain untuk menyatakan pikiran kita.

Kedua cara diatas, bahasa tubuh dan berbicara merupakan media yang dipakai manusia untuk menyatakan , mengkespresikan apa yang ada dalam pikiran. Tetapi media ini terbatas dan sesaat. Media ini berfungsi selama kita masih hidup.  Media yang lain adalah media tulis. Bila kita menulis atau kita katakan  dengan cara menulis, maka kita memiliki arsip atau data  atau bukti tentang apa yang ada dalam pikiran kita.

Saya sendiri sebetulnya sedang mengatakan pikiran saya melalui catatan. Itulah dia menulis. Aktivitas menulis yang saya buat mungkin belum systematis dan terfokus, tetapi saya hanya berrpendapat pertama saya harus terus menulis dan menulis. Harapannya adalah saya memiliki sebuah kebiasaan untuk menulis. Dan  itulah yang disebut ketrampilan. Sebagai satu ktrampilan, hanya bisa mencapai kemajuan bila sering melakukannya.  Ketrampilan menjadi maksimal bila pekerjaan itu ditekuni dan terus berlangsung dalam masa yang panjang. Inilah jam terbang. Saya rasa jam terbang saya masih kurang. Dan saya ingin meningkatkan jam terbang saya. Dan saya berharap dengan mengantungi jam terbang, saya bisa membawa ide saya terbang keberbagai pojok. 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: