Posted by: atakeo | May 15, 2008

Kulit Gelap Segelap Arang Bakau Langsa

Teman kelas kami kulit paling gelap diantara kami yang berkulit gelap. Dia humoris. Dia mengatakan bahwa dia pasti dapat dibedakan dari teman-teman asal semenanjung Harapan. Kulitnya jadi paling terang diantara meeka. Guru kami, seorang Lamalera, dari desa pelaut pemberani penombak ikan paus ternyata mengungkapkan itu. Ketika dia berada di kota dengan penanda Basilica St Pitero. Masih ada yang lebih gelap lagi. Dan hal bersuara keras, ternyata orang-orang dari semenanjung penanda harapan, suara dan tingkah laku mereka juga beda. Mereka gaduh dan bertingkah laku ekstra menonjol bahkan sangat menonjolkan diri menggunakan bahasa Prancis. Mereka orang jajahan yang ingin mengekspresikan kemerdekaan. Bagaikan orang tertekan yang ingin meledakan rasa merdeka dan kebesarannya. Pamer mereka juga bermartabat.

Saya pernah mengajak seorang senior saya makan ikan bakar di salah satu tenda pinggir jalan Jakarta. Teman-temanku yang kuajak ini terbiasa dengan tata krama meja bersih dan berserbet rapih. Tetapi kali ini saya mengajak mereka mengalami sesuatu yang lain. Itulah kehidupan anak tualang, berduit cekak seperti saya. Untuk sok gengsi saya bilang ini “bek tu necar (kembali ke alam). O ya saya tulis seperti ini mencontohi orang Korea. Orang korea selalu menulis kata asing berdasarkan ucapannya. Ketika saya mengajak teman-teman kembali ke alam dan kembali ke dasar (back to basic) teman saya dengan kulit paling gelap menjadi sangat kikuk. Banyak orang di tenda itu, diantaranya beberapa yang berkulit kuning langsat ras Mongol,

Hidangan kami adalah ikan bakar. Sedap kalau makan pakai tangan sendiri. Lebih resap dan sedap. Teman saya yang kulit paling gelap merasa kikuk. Ketika dia mau mecuil daging ikan, kemudian mencocokan ke sambal, dia merasa tak nyaman dan langsung mengambil sendok serta garfu. Dia kikuk dengan kulit punggung tangannya . Tidak seperti biasa kali ini saya sendiri untuk pertama kali melihat punggung tangan dan jari teman saya benar tidak beda dengan arang bakau dari Langsa, Aceh, yang pernah saya kirim ke teman saya untuk di jual di Korea. Benar legam pekat teman saya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: