Posted by: atakeo | May 15, 2008

Orang Pintar Indonesia

Pandai, cakap, cerdas, mahir merupakan padanan kata pintar. Apakah orang yg mahir mengerjakan sesuatu dianggap orang pintar? Saya kira kita semua masih sepakat menerima pengertian ini. Kita masih dapat menerima kalau Habibie termasuk sedikit orang pintar Indonesia yang diakui di dunia teknologi pesawat terbang. Kita senang kalau orang mengatakan anak kita pintar di sekolah.

Bila ada yang sakit kita pergi ke dokter, karena kita menganggap dokter orang yang memiliki pendidikan khusus. Dokter juga dianggap orang pintar karena sangat memahami pengetahuan dalam bidang khususnya. Seorang pempmpin perusahaan yang memiliki kemampuan istimewa dalam memimpin kita juga menyebut dia orang pintar.

Apbila anda jelas sakit malaria dan demam tinggi kemudian tidak bisa tidur dan mengigau memanggil neneknya. Bagi yang akal sangat sehat dia akan menyuruh membawa orang sakit ke dokter. Tetapi bagi mbah Pola, yang tidak berpendidikan dan buta aksara tanpa banyak pengalaman akan mengusulkan bawa dia ke orang pintar. Dia tahu dari pengalaman bahwa yang memanggil nenek yang sudah meninggal berarti, sang nenek menginginkan cucunya pergi bersamanya ke alam baka. Ada cara untuk menghambat terlaksananya pnggilan sang arwah nenek, mbah Pola minta ditangani oleh orang pintar.

Orang pintar seperti Habibie atau sang dokter hanya bisa melihat, menganalisa mengambil kesimpulan kemudian bertindak. Dalam hal mengambil tindakan sang orang pintar sekolahan ini akan membuat skala prioritas. Mana yang lebih dahulu dan mana yang belakangan. Habibie paham akan urai tubuh pesawat. Dia tahu aliran darah elektrik pesawat. Dia tahu hidup mati pesawat. Tetapi dia tidak tahu dengan pasti kapan pesawat akan jatuh. Habibie akan memnjelaskan bahwa pesawat bakal jatuh kalau mesin tiba-tiba mati atau ada kerusakan serius. Habibie hanya pintar merancang, merakit dan menerbangkan. Tetapi Habibie hanya tahu jam terbang dan masa pakai beradasarkan hukum alam.

Habibie bukan orang pintar. ketika seorang kesurupan di sekolah dan berteriak minta usir semua guru di kelasnya, Habibie tidak berdaya. Kalau ada dua orang ahli berdiri disana, satu habibie yang senyum berpakaian rapih dengan kantong penuh fulpen mewah, dan seorang lagi yang badan nya ceking, rambut urakan dan jenggot bau amis, menampilkan muka susah dan kelaparan, selalu tegang karena dilanda kemiskinan berkepanjangan, dalam mengahdapi orang kesurupan para guru yang sekolah sampai Es tiga akan mengambil langkah pasti. Mereka i pilih orang kampung dekil de kumal itu dan begitu hormat meinta bantuannya. Karena dia sesungguhnya orang pintar. Pintar sejati. Makanya jangan sombong jadi anak sekolahan. Karena anda tidak dianggap pintar. Datang saja ke tempat kumuh dengan penuh dupa, di sana ada orang pintar. Belajar dari padanya. Ternyata dia bisa tahu apa yang habibie tak tahu.,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: