Posted by: atakeo | May 16, 2008

Jangan Takut Engkau Tak Sendiri

Saya masih ingat pabrik kami diserang dan dua mobil box kami dirusak dan sebuah kantor sementara dari peti kemas (kontainer) juga ikut hancur kaca jendelanya.  Sebagai salah satu staf yang dipercaya saya bertanggungjawab atras semuanya itu. Saya berhadapan dengan para preman kampung, p[olisi dan tentara. Saya menghadapi hari-hari tegang sesudah itu. Sehari setelah serangan fajar yang mencemaskan itu, pda sore berikutnya saya kedatangan seorang tamu. Dia bapak kecil saya. Adik bapak seorang pensiunan guru ESde. Dia selalu  mengajar anak-anak kelas satu dan dua. Kalau bicara selalu mengeja dan seolah berhadapan dengan anak sekolah dasar. Dia selalu bicara jelas tegas sepeerti mengajar anak di sekolah dasar.

Karena semalaman tak tidur, saya mengantuk dan tidur diperhentian terakhir sebelum masuk bandara Soekarno Hatta. Dan ketika pesawat dari Bali tiba, saya dibangunkan melalui hape. Saya menuju bandara dan menjemut tamu yang saya hormati itu.  Dia sebentar memeluk saya tetapi saya berusaha tenang dan sukacita. Dalam perjalanan ke rumah diatas jalan tol dia mengatakan  dia terharu berjumpa dengan saya.

Saya katakan padanya saya sedang bermasalah. Dan cerita tentang preman dan ulanya dikisahkan pada bapa kecil. Saya trekesan dengan ucapannya yang tegas. Jangana takut, engkau tidak sendirian. Katanya saya didampingi oleh orang-orang yang mencintai saya. para leluhur saya yang telah mendahului saya. Saya jadi teringat bahwa betapa saya begitu berani dan tenang menghadapi saat tegang dan keras tersebut.

Jangan takut. Benar juga. Karena baru-baru ini kami ada kebaktian di rumah. Saya membuka pertemuan itu dengan bcara dari hari mengucapkan selamat datang dan mengatakan tujuan pertemuan doa tersebut. Selama kebaktian berlangsung kami biasa saja. Saya tenang saja dan sedikit haru ketika mendoakan anggota keluarga yang sudah meninggal.

Pettemuan selesai. Seorang anak muda mengatakan kepada anggota keluarga kami, tamunya banyak. Tamu dalam tanda kutip katanya. Dia berindra karunia. Dia mampu melihat bahwa sejumlah hadirain adlah keluarga saya dalam tanda kutip alias para roh itu hadir bersama kami. Saya jadi sedikit merinding menulis catatan ini. Tetapi saya terus mencatat untuk kenangan bahwa ini pernah terjadi di rumah kami. Jangan takaur engkau tidak sendiri.


Responses

  1. jangan pernah takut,bang.
    kau tak sendiri Maha Raja selalu ada disisi kita.

  2. Aku percaya sekali Tuhan ada di sisiku dalam senang dan duka. Makanya aku berani mengembara seorang diri.

  3. @langitjiwa: Jadi berani sekarang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: