Posted by: atakeo | June 6, 2008

Isteri Adalah Nurani Keluarga

Saya nonton Tv larut malam, menjelang pagi. Saya lihat isteri Habib Ketua Umum FPI. Dia menyatakan dari hati terdalambahwa ia  ingin semua bersatu jangan terpecah-belah.  Sambil mengangkat tangan mengutuk yang lain.  Pernyataan pertama ada kesamaan dengan pernyataan Habib, kami tidak membeci kelompok manapun. Kecuali satu, Habib sambil bersumpah benci yang lain.  Suami dan isteri yang baik adalah sependapat, sehati sejiwa, setempat tidur dan satu selimut pula. Dan hal ini Habib dan bininya mungkin boleh dicontoh kemanunggalannya.Karena mereka sudah bersatu, maka sang isteri sudah jadi bagian dari kehidupan dan jalan pikiran jempolan FPI itu. Terlepas dari kecaman saya atas kekerasan wayang orang yang didalangi oleh Habib di pendopo rumah besar Indonesia,- Monas, kebersamaan pasangan saya acungkan jempol.

Saya beberapa kali nonton para isteri bercadar hitam, yang dikawini oleh para terorist. Ketika saya melihat itu, saya membayangkan nafasnya dari mana? Dan saya lalu ingat ketika memberi asi anaknya, anaknya tidak pernah melihat mimik kasih mama. Ada yang hilang di mata saya, yang dilahirkan di desa. Mama memberikan keleluasaan saya menikmati asi tanpa halangan sambil sekedap menengadah melihat senyum bibir manja mama. Sang wanita muda bercadar dengan gigih berbicara atas nama suami mereka. Mereka sudah bersatu hati, bersatu  dalam satu tempat tidur dibalik satu selimut. Katanya para  pegulat dan petinju atau penjagal manusia sangat takluk pada kelembutan isteri mereka. Mereka pun menuruti nasehat sang isteri, bagian dari belahan hati mereka.

Saya pernah nonton idola para ibu dan santri, sang AA yang kini sudah game. Maaf ya  buat AA. Karena aku pernah tertarik ketika pertama kali AA kotbah di Mesjid Agung masa Sang Jenderal Bersenyum manis menguasai negeri makmur merana ini. Begitu sering AA pamer isteri di depan publik sebagai model bahwa sang isteri adalah bagian dari sebuah kebersamaan. Belahan dari hati yang satu. Isterinya yang cerdas manis, anggun mengiyakan semuanya. Manisnya kebersamaan itu akhirnya retak berantakan dan AA juga game dengan hura-hura doa sesenggukan berlinang air matanya. Semuanya seolah sandiwara doa di panggung orasi.   Ketika AA berkelit dan bertegar hati, ternyata nuraninya berbicara lain. Nurani AA ada di sang isteri. Karena memang Isteri Nurani Keluarga. Ia selalu berbicara apa adanya. Dia menghadapi semua beban dengan kekuatan seadanya, tanpa diawali latihan dan sparing partner. Badan kuat tapi  jiwa lemah. AA kuat Ma Tetah lemah.Dan Mah Teteh   dikanvaskan tonjokan beban batin tak tertahankan,  akhirnya  harus ditandu ke rumah sakit.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: