Posted by: atakeo | June 10, 2008

Perkosa Gadis Bawah Umur

Tadi malam adalah malam paling heboh di Rukun Tetangga kami. Ada yang berteriak keras, tolong,tolong sambil menangis histeris. Orang-orang berjubelan di gang sempit persis di belakang tempat tinggalku. Ada yang berteriak minta tolong. Ada yang ikut menangis karena orang di dalam rumah digebuk dan ada yang teriak histeris. Pemilik rumah ini berprofesi sebagai rentenir di pasar tradisional Ada yang berteriak maling, rampok. Pintu belakang rumah saya dari besi digedor dan ada yang berteriak minta saya panggil polisi. Saya berusaha menghubungi salah seorang tetangga tapi tidak tersambung. Saya juga ikut keluar membawa senjata tajam, sebuah golok panjang, bertangkai pipa besi. Khusus untuk jaga-jaga. Saya siap di mulut gang. Sambil berteriak mana malingnya. Ada yang menertawakan saya karena golok dibawa-bawa.

Tiba-tiba ibu pemilik rumah penuh gadu keluar dengan daster kumal berwajah tegang. Dia meminta saya mamasuki rumahnya yang tadi ribut tetapi tertutup. Didalamnya ada beberapa anak muda mahasiswa bertampang dekil dan seorang lelaki tegap didamping seorang berperawakan pendek berkulit agak gelap.

Lelaki berbadan tegap yang tidak ramah menujukkan sikap kasar juga terhadap saya dan semua orang disitu. Dia yang katanya polisi dan sarjana hukum tidak bisa menahan emosi, memukul, menendang dan menghajar babi buta anak laki, mahasiswa bertampang dekil itu. Ilmu dan kesadaran hukumnya hilang lenyap, yang ada hanya kata tak sopan dan wajah murka. Cerita punya cerita adik perempuannya berumur 15 tahun tidak pulang dua hari. Baru pada sore malam itu dia pulang ke rumahnya. Atas pengakuan anak gadis kepada sang abang yang polisi dan mengaku sarjana hukum itu, adiknya disetubuhi (kata abang polisi). Dia tidak mengatakan diperkosa. Dan menurut pengakuan anak muda pemilik rumah heboh tadi, mereka bersama sang gadis pergi ke Bogor dan disana mereka melakukan pesta dalam tanda kutip itu. Pertama dua anak muda dan sang gadis puteri seorang tentara. Kedua remaja ini bergilir mencicipi daun muda segar. Dan selanjutnya anak gadis imut dan bau kencur masih dibawa ketempat lain oleh teman-teman yang menunggu di luar. Dan kata si pemuda mahasiswa universitas yang cukup ternama itu dia tak tahu lagi dibawa kemana dan buat apa lagi. Sang abang pun tambah geram.

Ketua RT dan Sekretaris RT juga datang , polisi serta orang tua sang gadis malang,-seorang tentara kopasus datang setelah keributan itu. Dan para pemuda brandal digelandang ke provost Kopasus Cijantung. Saya ngeluyur pulang hindari kerepotan jadi saksi.  Siapakah yang salah, yang mengajak atau yang diajak pesta??


Responses

  1. wah! kenapa mau tergoda rayu hawa nafsu,hehe……..

  2. @langitjiwa: Sudah sejak jaman kitab suci diturunkan dari langit paling biru tanpa polusi, apel ranum selalu menggoda selera dan gairah sang pengembara tuk nikmati rasa nirwana. Tetapi satu apel untuk duabelas pengembara kelaparan melahapinyatergerak nanya, siapa yang disalahkan..?? Ini tanya kita buat lumut di balik gundukan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: