Posted by: atakeo | July 9, 2008

Nagekeo di PILKADA

Pilkada kata paling populer di Nusantara. Kata Pilkada mungkin akan setenar kata tilang,sebuah surat yang diberikan kepada pelanggar aturan lalu lintas. Tilang kemudian menjadi kata kerja. Tetapi lebih biasa disebut kena tilang atau ditilang polisi. Orang sampai lupa bahwa tidak ada kata tilang. Tilang adalah singkatan dari Bukti Pelanggaran Lalu Lintas. Demikian Pilkada kelak orang lupa tetapi orang langsung memahami arti kata bukan arti singkatan.

Sebagai orang Nagekeo saya ingin menengok kampung leluhurku. Masa saya pernah melongok ka kolot, Cibeo di Banten. Saya pernah dibuat terheran akan penataan kampung dan kearifan masyarakat Badui. Membuang air kecil saja ada aturan. jangan mengencingi aliran air sungai untuk air minum. Sampai negara menghormati mereka. Saya pernah berkelana sendiri dan mengisi buku tamu di digerbang masuk Badui. Semalam bersama orang Badui sambil menikmati gamelan sunda pengiring tidurku. Ketika saya sadar terasa bumi hening terasa berhenti berputar karena saya berada di pusat jagat Kanekes. Saya sempat sehari mengalami hidup bersama orang Badui dan makan sekeluarga dari sebuah piring besar.

Saya juga musti melongok kakolot di Keo. Kalau ke Badui saya butuh waktu satu hari dengan kendaraan darat, maka kalau ke Keo saya butuh satu hari dengan menumpang burung baja disambung sewa mobil seharga Rp.500.000,- Mahal luar biasa. Ini bukan di luar negeri. Tetapi ini di negeri dan kampungku sendiri. Jangan heran saya harus hormat pada orang Jawa yang setiap lebaran pulang mudik, tetapi kalau saya pikir-pikir dulu. Hormat pada orang tua pada hari raya merupakan hukum terakhir bagi orang Keo karena yang pertama adalah doku.

Saya ingin membicarakan tentang Pilkada Nagekeo karena ada seorang pengunjung blog ini yang menanggapi tulisan saya tentang Nagekeo Memilih Bupati. Sekarang orang kampung di desa-desa semua kecamatan di kabupaten paling anyar Nagekeo sering didatangi tamu. Orang Nagekeo dengan wajah dan berpakain bersih. Mereka adalah calon-calon pemimpin kabupaten baru ini. Saya kira orang-orang ini untuk sekedar membuang air kecil tidak tahu dimana yang terbaik. Pada hal kalau orang laki buang air kecil bisa dibalik pohon kelapa atau pohon asam atau kemiri, yang penting knalpotnya terlindung dari pandangan mata. Kita bicara tentang calon bupati yang laki, karena masih belum ada wacana calaon bupat wanita. Para tamu ini yang katanya mau jadi bagian dari masyarakat tidak tahu untuk urusan yang paling kecil ini. Dan mereka ini bakal memimpin wilayah dengan sebahagian masyarakat yang berhajat kecil besar di luar rumah dibalik pohon atau batu besar. Dari sudut ini saya rasa para calon bupati Nagekeo yang tiba-tiba muncul ini patut diragukan.

Baru-baru ini kita dan warga dunia menikmati hiburan bola sepak  piala Euro. Ternyata para pemain umumnya bermain di negeri asing. Mereka dimatangkan dinegeri orang. Hanya musti diakui bahwa mereka tidak begitu saja menjadi besar di negeri orang. Mereka adalah orang-orang yang dilirik setelah mereka sukses di negeri sendiri. Bagaimana dengan calon bupati Nagekeo. Mereka bisa kita lihat sebagai para pemain bola sepak ini. Mereka belajar dan hidup di daerah orang. Tetapi mereka murni membangun pengalaman dan hidup di daerah lain. Ada beda karakter dan budaya. Kini mereka berlomba begitu ada kesempatan menjadi orang nomor satu di Nagekeo. Perlu dipertanyakan apakah karena mereka telah sukses dan ingin mengabdi serta berkontribusi bagi tanah leluhurnya? Atau ini kesempatan untuk meraih sukses peribadi dari segi finansial di daerah sendiri? Kalau yang terakhir ini terjawab maka Nagekeo sesungguhnya dipimpin oleh para oportunis dan pada saat nanti mereka kembali ke rumah dengan menjarah kas daerah. Ini yang harus diwaspadai.

Siapa jadi bupati. Yang pertama hindarilah orang yang sungguh oportunis. Mereka yang pernah menentang berdirinya Nagekeo demi peluang lain dalam kebersamaan Ngada. Kedua orang yang harus dihindari adalah mereka yang telah menikmati hdiup didaerah lain dan hanya ingin mempertebal pundi pribadi kemudian kembali tenang di rumah kediaman di daerah lain.  Cari dan pilihlah yang mau mengabdi untuk masyarakat Nagekeo. Lalu siapakah dia???


Responses

  1. Rakyat Nagekeo harus hati2 memilih pemimpinnya. Sayang sekali kalau kabupaten yang baru ini dipimpin oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak punya hati nurani terhadap kepentingan rakyat. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih bupati Nagekeo:
    – Apakah dia dulu penentang berdirinya kabupaten Nagekeo? Ketika Nagekeo sedang diperjuangkan hanya melihat dari jauh, setelah jadi mau duduk di singgasana.

    – Apakah dia benar-benar bersih hukum atau bersih karena pandai mengelabui dan menyuap aparat?

    – Apakah dia mampu hidup merakyat? Hati2 dengan calon pemimpin yang sudah terbiasa hidup mewah di kota metropolitan dengan fasilitas yang serba wah. Apakah dia bisa hidup sederhana dan peduli dengan kebutuhan rakyat Nagekeo?

    – Pengalaman jadi bupati bukan hal utama danpenting, setiap pemimpin pasti pernah melalui pengalaman pertama. Bahkan Soekarno ketika menjadi Presiden RI juga belum pernah menjadi presiden sebelumnya, tapi dia mampu memimpin bangsa Indonesia. Lebih baik baru tapi bersih dan peduli rakyat daripada sudah pernah jadi bupati tapi hanya mementingkan kepentingan sendiri dan keluarganya dan kelompoknya. Orang yang punya talenta untuk memimpin pasti bisa memimpin walaupun baru pertama kali. Pengalaman memimpin tidak hanya dari jabatan bupati saja, bisa jadi orang sudah pengalaman memimpin organisasi atau jadi pemimpin di bidang lain.

  2. @ Kristin: Yang dicari adalah pemimpin yang melayani, bukan penguasa atau raja.

  3. salam kenal khususnya orang nagekeo,mari kita sama-sama mendukung nagekeo agar bisa maju seperti daerah lain.

  4. bapak bupati nagekeo harus memperhatikan masyrakat keo tengah’dalam hal ini harus mnemperhatikan kebutuhan masyarakat yaitu ;jalan raya dan listrik


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: