Posted by: atakeo | August 20, 2008

Orang Nagekeo Belum Siap Berdemokrasi

Rakyat Nagekeo berbondong ke TPS pada tanggal 11 Agustus 2008. Ada TPS yang sudah siap sejak jam 07.00 WIT seperti yang terjadi di Romba. Masyarakat ramai bercanda di di sekitar kantor desa, yang cukup rapih dibandingkan dengan rumah warga kampung. Ada ruang tunggu yang luas dan teras-teras disekitar bangunan cukup luas menampung warga. Ada yang bemain kartu sambil menunggu hasil pemilihan. Komunikasi telepon antar warga dan antar koordinator terus berjalan. Ada yang mencatat hasil setiap TPS. Dan dalam waktu relatif singkat masyarakat sudah bisa mengetahui hasilnya.

Lima pasang calon bupati dan wakil bupati siap menerima kekalahan dan kemenangan dengan satria. Tetapi tidak demikian dengan para pendukung fanatiknya. Mereka tidak siap menerima kekalahan. Apa yang dicemaskan itu menjadi kenyataan. Kantor Camat Mbay dilalap api oleh oknum yang tidak teridentifikasi pada jam 02.00 tanggal 17 Agustus 2008. Sejumlah warga berada dalam kecemasan. Ada saluran irigasi yang dihambat aliran airnya.

Ada masalah primordial dalam PILKADA kali ini. Tetapi tidak ada yang mau bersatu secara primordial. Di setiap pasang calon terdiri dari dua kelompok etnis. Ada Utara dan Selatan. Selatan tidak bisa bersatu dan Utara pun tidak ada yang mau mengalah demi kelompoknya. Beberapa hari sebelum PILKADA saya mengunjungi kelompok pemilih di Aeramo. Ada yang bingung mana pilihan yang paling baik. Para koordinator team sukses terus berpindah-pindah. Koordnator drh Lukas Tonga berpindah ke team Alo Dando karena kedekatan dengan Calon Wakil, Firmus Madhu. Dan Koordinator dr. Don Bosco Do berpindah ke kelompok Yohanes Samping Aoh karena ada kedekatan dengan calon wakil yang mendampinginya. Keraguan terjadi lebih jelas pada team sukses pasangan Servasius Podhi dengan team drh Lukas Tonga. Ada keluarga Tonga berpasangan dengan Servatius Podhi. Ada sikap ambivalen pada pendukung kedua pasangan ini. Orang Mbay mungkin kecewa dengan hasil pemilihan ini, karena tidak ada tokoh Mbay membuat sejarah menjadi peletak tonggak sejarah seperti yang diukir oleh Aru Busman di Ende. Kenyataan berbicara lain andaikan semua orang Mbay bersatu mendukung satu calon saja. Dan tokoh-tokoh Mbay lain harus mengundurkan diri dari pencalonan demi memuluskan orang Mbay menjadi nomor satu di kampungnya sendiri.

Semuanya sudah terjadi dan berlalu. Masyarakat Mbay harus terima sebuah hasil demokrasi dan belajar dari apa yang telah terjadi. Hanya dalam kebersamaan dan kedamaian kita membangun. Kita semua orang Nagekeo. Kita semua harus membangun Nagekeo. Kita harus sengaja melupakan padangan sempit primordial pada PILKADA berikut. Kita memilih tokoh bukan memilih daerah asal sang tokoh. Amerika yang paling rasialis sedang membuktikan. Bila tidak ada yang luar biasa, maka Negara Adikuasa itu dipimpin seorang anak kulit hitam yang pernah bermain hujan di kampung kumpuh Indonesia. Bukan karena asalnya tetapi karena kehandalannya.


Responses

  1. Dari tulisan di atas , saya kurang yakin apakah benar orang nagekeo belum siap berdemokrasi?atau aturan main pilkada yang dilanggar??
    Adanya adanya praktek money politiklah yang merusak tatanan itu.Saya tidak perlu menyebut pasangan mana yang curang tapi banyak tulisan sduah beredar tentang kecurangan ini. Bagaimana daerah tertinggal bisa dipimpin seorang bupati yang melakukan praktek money politic?? Taruhannya adalah lima tahun ke depan Nagekeo tetap menjadi daerah tertinggal..

    @rita: Katakan orang Nagekeo siap berdemikrasi, maka itu berarti kita siap menerima hasil pemilihan mayoritas. Money politic memang merusak, saya sependapat. Tetapi kalau ada sepiring nasi dengan lauk ikan, buang tulang dan makan lauk ikannya. Mari kita bangun presepsi positif demi baiknya Nagekeo.

  2. terimakasih sebelumnya……….
    memang apa yang terjadi harus terjadi……
    money politic itu memang merusak dan yang menerima itu yang menunjukan ketidak dewasaannya dalam berdemokrasi…………
    terimakasih……………..
    mohon maaf jika aada salah kata……………..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: