Posted by: atakeo | August 27, 2008

Manusia Rapuh Itu Jadi Imam

Manusia itu makhluk Tuhan paling sempurna. Kisah Kitab Suci mengatkan manusia diciptakan dari tanah. Kalau betul dari tanah lempung, saya berkhyal nakal. Manusia dibuat bagaikan membuat tembikar. Boneka-beneka tanah yang masih mentah itu dikumpulkan kemudian untuk menjadi lebih sempurna harus dibakar dalam api. Sang pembuat boneka ini pasti harus mengumpulkan banyak kayu.  Dan boneka tanah ini terlampau banyak sebanyak manusia lima benua termasuk yang berkeliaran di hutan Amazone yang masih belum terdeteksi. Proses pembakaran  harus sekali gus di area pembakaran yang sangat luas dan sang tukang harus terus bekerja. Ketika pembakaran dilakukan, ada kepenatan dalam tubuh sang pembakar. Dia tak kuat untuk membakar semuanya. Katanya dimulai dari tempat penuh rawa Irian. Maka jadilah kwalitas bakaran yang paling baik rada gosong tetapi ketika sore kayu berkurang dan terjadi proses pembakaran makin tidak sempurna, maka boneka tanah yang belum dihembus nafas masih putih.   Karena semuanya dibuat dari tanah liat maka boneka manusia yang diisi nafas ini bergerak tetapi rapuh.

Manusia memang rapuh. Orang Katholik mempunyai imam-imam yang tidak menikah. Kata mereka ini sebuah panggilan dan pilihan. Beberapa hari ini gosip super hot bagaikan kopi tubruk yang baru diseduh dalam air mendidih. Harum semerbak. Aroma harum luar biasa. Merangsang pecandu ingin segera menikmatinya. Demikian berita super panas. Orang-orang ramai bicara imam Katholik muda jatuh. Jatuh pasti dari ketinggian. Dan tempat tinggi itu adalah bayangan orang beriman bahwa imam itu sempurna, suci dan kokoh. Mereka sampai lupa bahwa imam itu manusia. Dia juga manusia rapuh buatan tukang periuk dari tanah lempung.

Di kampung sekitar gereja itu ada satu keluarga yang amburadul. Seorang gadis yang beberapa kali ingin bunuh diri. Pernah memotong urat nadi sendiri. Tidak tanggung-tanggung dia telah 7(tujuh) kali tega berusaha menghabisi nyawa sendiri. Dia mengatur jarak antara diri dan bayangannya. Dia ingin menghabiskan bayangan dirinya. Dia berdiri berseberangan dengan musuh bayangan dirinya. Yang terakhir dia minum obat nyamuk. Tetapi Sang Tukang Periuk tetap menghirup napasnya sehingga boneka rapuh ini masih tetap segar. Mungkin karena dihembus napas berkali-kali, sang boneka rapuh ini menjadi penggoda super gila. Dia menghancurkan kerukunan rumah tangga. Dia mendekati frater dan imam-imam. Bila dia sempat menimati kehangatan ciuman dan elusannya maka itu akan menjadi berita besar. Semua yang terjadi dibalik pintu diwartakan dengan lantang ke pada khalayak.  Ayah gadis ini sukses secara ekonomi. Pada hal pendidikan cuma SMP. Tetapi penghasilan luar biasa. Dengan hasil yang besar dia bisa membuat pesona kerapuhannya mencolok dan menarik minat wanita. Dan alhasil sang gadis simpanan pernah datangi rumah minta dinikahi. Sang isteri mengamuk dan menjedot sang gadis ke tembok dihadapan boneka rapuh anak gadis penggoga imam itu.  Isteri sang pengusaha tamatan SMP yang sukses ini mengambil pisau mengerat pergelangan tangan sendiri. Tetapi  Sang Tukang Periuk masih terus menjaga asetnya ini. Mungkin terkena manja Sang Tukang Periuk, dia juga menjadi biang bagi anak penggoda berahi sang imam. Imam sadar dia juga rapuh dan berada di tengah kerapuhan. Namapak dia tenggelam dalam godaan. Begitu hatinya memilah dan mengatur jarak diri dan bayangannya dia menjadi sadar bayngannya adalah bayangan ideal banyak orang. Terjadi konflik. Dia tertekan. Diapun mencari jalan menghindari dari tekanan. Karena sorotan mata banyak sahabat sang iman tak mau melihat diri bayangannya , berantakan menjadi buah bibir masyarakat. Dia diselamatkan sang Tukang Periuk.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: