Posted by: atakeo | September 10, 2008

Biar kamu Tahu Tapi Jangan Katakan Pada Yang Lain.

Isteri saya seorang ibu rumah tangga sejati. Jarang dia keluar rumah tanpa tujuan jelas. Dia betah tinggal di rumah kami di sebuah gang sempit. Gang masuk sepanjang 20 meter hanya berlebar cukup satu kendaraan dengan sisa untuk satu orang bisa lewat. Rumah kami dipagar sehingga tidak memungkinkan kami dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain. Kami hanya bisa melihat orang ketika sedang berada depan pintu gerbang rumah kami. Setelah itu orang akan berjalan terus melwati jalan sempit untuk satu sepeda motor munuju ke ujung jalan disamping mushola. Ada  tiga tikungan untuk kelokan jalan tak lebih dari 40 meter. Rumah kami ada dalam kotak. Kata orang China yang mengunjungi rumah kami ini sebagai sebuah gentong. Hoki katanya. Tetapi hari-hari kami tidak ada yang istimewa. Yang istimewa adalah isteri saya, sederhana, pendiam. lugu dan tidak pandai bicara.

Aneh bahwa isteri saya selalu tahu begitu banyak top gosip di kampungku. Itulah ibu-ibu. Ada pelecehan wanita mulutnya dua. Itu karena suka membuka yang harusnya tertutup. Semua gosip berhembus sampai ke gang sempit itu. Tanpa harus keluar rumah isteri saya kena hembusan gosip hangat. Gosip itu berawal dari biang dan penghembus gosip. Saya ikuti kenapa saya juga jadi tahu berbagai gosip itu. Isteri punya sahabat yang berkarakter seperti isteri saya. Tidak pernah keluar rumah. Jarang bertandang. Dia hanya keluar rumah kalau mau pergi makan bersama suami. Pasangan ini tidak punya anak. Ibu ini juga dapat hembusan gosip. Ibu ini menyampaikan kabar ke isteri saya, karena dia percaya akan dia patuhi apa yang dipesanya yaitu jangan bilang siapa-siapa.

Gosip mulai dengan tidak boleh omong-omong. Jangan bilang siapa-siapa sambil mengatakan pada orang lain. Dan begitu seterusnya selama orang tidak menyetop gosip, maka akan dibakar gosip. Ibu-ibu penyebar gosip itu selalu mulai dengan bercerita pada ssahabatnya dengan tambahan jangan bilang siapa siapa. Dari seorang menjadi dua dan dua menjadi empat begitu akhirnya yang dibilang rahasia menjadi tugas bersama menutupi sesuatu yang tidak rahasia lagi.

Bahan gosip terkadang rahasia. Dan seharusnya sangat dirahasiakan. Karena bila rahasia dibuka maka bisa membuka aib seorang, Bila rahasia ini disebarkan maka bisa memalukan dan bisa membunuh karakter seorang. Dan inilah buah dari gosip yang berawal dengan tidak bicara siapa-siapa sambil menyapa siapapun yang jadi pendengar gosip. Ada korban. Ada yang terbunuh masa depannya, karena ada aib yang mematikan ruang gerak hidupnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: