Posted by: atakeo | October 2, 2008

Damai, Bersama Tetapi Tidak Bersatu

Beberapa tahun silam bila malam takbiran kami cari tempat tenang. Musik takbiran dan teriakan sumbang anak-anak di mushola sangt berisik, mengusik telinga. Maklum iman kami beda.  Biasanya kami berkunjung ke rumah saudara yang berada di zona aman.

Pada malam takbiran kali ini kami menyatukan rasa dengan sesama kami yang merayakannya. Musik dan teriakan terasa nyaman-nyaman saja. Pada hari Raya pagi-pagi kami bersiap diri. Isteri saya memilihkan saya baju batik yang cerah, sementara dia sendiri juga mengenakan baju batik. Kami ingin membuat kejutan. Kami menyalami satu keluarga kawin campur. Masing-masing berteguh dalam imannya Islam dan Katholik. Kaluarga ini sudah mempunyai dua anak yang telah menikah dan dua cucu. Kami pernah dikejutkan berita bahwa campuran pasangan ini akan diurai lagi. Alasan tidak jelas. Tetapi katanya itulah masalah kawin campur. Damai, bersama tetapi tidak pernah bisa bersatu.  Kalau boleh kupinta, Tuhan jangan pisahkan mereka.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: