Posted by: atakeo | October 9, 2008

Ada Bahaya….Tenang Saja.

Kemarin Pasar Bursa Indonesia segera ditutup. Karena tidak pernah main saham saya tidak paham urusan itu. Ketika Lehmans & Brother sebuah perusahaan keuangan Amerika ambruk, dunia gelagapan. Efek domino segera terjadi. Beberpa hari lalu para menteri Euro melakukan pertemuan darurat. Negara-negara maju Jepang, China dan juga Amerika sendiri segera mengeluarkan dana talangan. Ingat kita akan dana talangan Bank Indonesia (BLBI), yang sampai sekarang masih mendulang perkara demi perkara.

Semuanya bikin cemas. Saya masih ingat ketika naik pesawat Sempati Air ke Manado. Antara Sepinggan dan Manado terjadi getaran aneh pada badan pesawat. Rekan saya orang Korea, Cho In Jae menoleh ke saya dan mengatakan there must be something wrong. Saya bilang tidak apa. Saya akan pakai Vodo biar semua selamat. Pramugari yang melintas dikoridor mengatakan tidak apa ada gangguan sedikit. Kami tenang. Setelah lama terbang, sang pramugari mengumumkan bahwa dalam beberapa saat lagi kita akan mendarat di bandara Sepinggan, Balikpapan. Ternyata teman saya benar. Setelah balik ke Sepinggan dikabarkan bahwa pesawat kami kerusakan salah satu mesin.

Waktu pertama kali Indonesia mengalami goncangan ekonomi. Rupiah amburuk. Waktu itu ada Menteri Perindustrian Tungki Ariwibowo tiba di Kimpo Airport dalam perjalanan dari Taiwan. Waktu Tungki Ariwibowo merupakan orang yang paling gigih memperjuangkan masuknya KIA dengan merek Timor di Indonesia. Itu hari pertama sesudah rupiah ambruk. Apa kata bapak Menteri? Seperti pramugari sang Menteri mengatakan dalam jamuan makan malam di aula Kedubes RI di pusat business kota Seoul, “tidak usah khawatir, kita juga beli makan pake rupiah”. Dapat dimengerti dan menenangkan. Nyamannya sama seperti himbauan sang pramugari. Tetapi apa lacur. Selanjutnya Indonesia masuk ke jurang kehancurana yang lebih dalam. Rata tanah. Sang calon macan Asia terhempas tak berdaya.

Ada stip tulisan dalam berita televisi yang mengatakan menurut IMF perekonomian berada dalam keadaan bebahaya, malah lebih berbahaya dari yang pernah dialami pada tahun 1930 (?). Yusuf Kalla sang Wakil Presiden, Menteri Perkekonomian dan beberapa pejabat menenangkan masyarakat dalam kepanikannya. Saya jadi ingat pengalaman di pesawat bersama pramugari cantik dan berjumpa bapak Tungki Ariwibowo yang subur makmur di Ballroom Lotte Giant Hotel. Tenang tidak apa apa….nrimo saja… orang Indonesia bangsaku tahan banting. Sudah terbiasa bersilat dengan nasib.

Aku tetap cinta INDONESIA.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: