Posted by: atakeo | October 16, 2008

MASYARAKAT ANONIM

Kita berada di tengah masyarakat anonim, ucapan spontan dari teman sekampus saya ketika dia turun dari bus diterminal yang ramai. Tidak ada wajah-wajah yang bisa disapa dan menyapanya. Maklum dia berasal dari desa seluruh pendidikan sampai sarjana ditempuhnya di Flores. Hal serupa dialami oleh bapak saya Ketika pertama kali datang ke Jakarta. Bapak biasa duduk pada sebuah kursi kayu tua di depan rumah kontrak kami. Habis minum kopi pagi dengan resep khas orang desa saya, yaitu satu sendok kopi dan satu setengah sendok gula untuk satu cangkir, bapak ingin menikmati udara segar. Dan kursi tua itu tempat terbaik. Dia melihat orang lalu lalang di depan rumah, tetapi kebanyakan tidak menghiraukannya. Bapak merasa aneh karena dia merasa berada di tempat yang tidak saling kenal.

Dunia teman  dan bapak saya memang berbeda. Mereka biasa berada dalam masyarakat desa. Ada rasa kekeluargaan dan kebersamaan di sana. Ada hubungan kekerabatan yang luas. Sehingga dalam radius yang cukup luas seorang masih dikenal dan bisa mengenal orang lain di desa dan kampung yang lain. Semuanya ini yang memberikan rasa nyaman dan aman berada dalam lingkungan keluarga dan kerabat yang luas.

Kota dengan segala kemewahan, uang dan kehidupan ekonomi maupun jabatan seorang ternyata tidak memberikan rasa nyaman dan aman bagi seorang yang lahir dan dibesarkan di di desa. Ada keterasingan dan kesepian di tengah keramaian dan hingar bingar kota seperti di terminal bus. Di tengah keramaian dan kepadatan manusia di terminal teman saya amerasakan sangat kesendiriannya. Tak ada yang bisa disapa dan menyapa dirinya. Dia ada di tengah masyarakat yang tidak saling kenal.

Budaya mudik pada hari Lebaran merupakan bagian dari kerinduan pada orang-orang yang dikenal dan mengenal kita. Karena di sana ada rasa aman dan nyaman. Kota hanya menyuguhkan makanan, karena ada sumber uang. Tetapi kota tidak memberikan kenyamanan dan rasa aman. Karena memang manusia tidak cukup hidup dengan roti, tetapi manusia merasa lebih bisa hidup bila diterima oleh orang sekitarnya. Bukti bahwa kita diterima adalah ada orang yang kita kenal menyapa kita dengan ramah. Semuanya itu tidak terpenuhi di tengah masyarakat anonim.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: