Posted by: atakeo | December 4, 2008

AKU SIAP BERSABAR DALAM KELAM

Berbagai persiapan saya lakukan. Mantablah. Aku ingin kembali ke desaku. Dan kali ini bakalan lama di kampung halaman. Jangkauan telekomunikasi masih sangat minim. Ada satu menara telekom di dekat bibir pantai laut Sawu di pusat kota Kecamatanku. Kecamatan Keo Tengah adalah kecamatan terbaru dalam kabupaten kami yang lama. Kami berada dalam kabupaten pecahan Nagekeo. Jalan raya ke kampungku masih berbatu daripada dibilang beraspal. Penerangan listrikpun hanya karena kagetan ada acara perlombaan baca al Quran. Karena di kabupaten ini warga Muslim cukup banyak ditengah mayoritas Katholik. Hampir  semuanya keluarga dan bukan pendatang. Sedikit pendatang ada keluarga Habib.

Komunikasi sosial berbeda agama tidak pernah bermasalah. Karena kami semua serumpun kecuali keluarga Habib yang datang dan menetap untuk berdagang, bukan untuk tujuan pewartaan Islam. Kalau ada yang karenanya masuk Islam ini adalah keteladanan mereka. Ternyata mewartakan dengan teladan lebih nyaring daripada dengan kata dan gema di menara. Terakhir ketika saya berkunjung pada bulan Agustus ada sebuah pernikahan Islam meriah di tanah lapang Maunori, yang kini jadi pasar. Artinya populasi Islam meningkat tajam berdampingan dengan warga non Muslim. Tidak ada takbir keras memekakkan kuping seperti di Jakarta. Dia hening seperti saya baca di Kompas ada mesjid megah di Roma. Saya menemukan damai antar umat di Flores, khusus di Keo, tempatku kelahiranku. Dan kubangga menyebut diri Ata Keo (orang Keo), karena disana ada damai, disana ada persahabatan, disana ada kerukunan dan toleransi. Siar agama melalui teladan bukan melulu kata. Karena itu adalah iman sejati. Iman diwujudnyatakan dalam perbuatan. Bukan iman tong kosong atau tong rombeng. Tong kosong nyaring bunyi tanpa isi. Tong rombeng berbibir tajam menyakitkan bahkan melukai. Itu iman para teroris. Mereka berteriak nama Allah. Mereka mengatakan diri laskar Allah. Mereka membunuh sambil meneriakkan namaNya.

Kesana aku akan kembali. Yang pasti saya akan kehilangan komunikasi dengan para sahabat blogger. Tidak ada lagi media massa yang selalu menyapa sebelum aku sarapan. Aku akan kehilangan KOMPAS. Aku tidak usah lagi berlinang air mata melihat acara bedah rumah. Aku pasti tidak sempat lagi menyaksikan televisi menyajikan tumpahan airmata haru orang miskin menerima kasur dan nasi bungkus. Di sana memang ada perbuatan, tetapi terlalu banyak kata untuk perbuatan itu. Mereka mewartakan kebaikan mereka. Keteladanankah itu? Ya dan tidak. Karena yang diberi jauh lebih sedikit daripada yang mereka sedot. Itu adalah sarana menggaruk rejeki yang dilakukan rumah produksi dengan menjual lara. Tanpa berita anyar, putus hubungan dengan para sahabat blogger sampai teknologi menyapa desa kami, saya pasti lebih banyak dalam kegelapan. Saya sudah siap. Kali ini aku mengendarai kendaraan sendiri dari jakarta dengan menyeberang empat kali baru sampai di Labuhan Bajo dan seterusnya saya akan menuju desaku. Empat dos kemasan air minum kuisi dengan sejumlah buku-bukuku. Saya punya The Catholic Ecnyclopedia for School and Home, Grolier Incorporated New York tahun 1965 ditinggalkan di rak buku. Tak kuat ku bawa. Disana mungkin saya tak perlu referensi ilmiah, saya akan beli buku-buku lebih praktis dan membuat perpustakaan baru yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat.  Saya harus menjadi bagian dari mereka.

Sudah sekitar 3000 pengujung ke blog ini, jumlah ini tidak besar dalam pandangan para blogger kawakan. Tetapi bagiku para pengujung blog adalah sahabatku. Anda telah menyapa saya. Saya pun telah menjadi bagian dari anda kalian. Anda telah dan akan terus menjadi pelita bagi saya dalam kekelaman desa. Ini sebuah pilihan. Saya telah memilih. Satu pilihanku, kembali ke desa setelah Tuhan bermurah hati saya diberi rejeki punya fasilitas cukup di kota. Karena selama ini  aku merasa “mbo’o me’a (kenyang sendiri).


Responses

  1. hati-hati di jalan,mas.Agara sampai tujuan dgn selamat.
    salam buat keluraga di desa.

    Salamku.

  2. SELAMAT HARI RAYA NATAL 2008 dan BAHAGIA TAHUN BARU 2009. Semoga sukses selalu dalam usaha membantu dan melayani masyarakat Nagekeo…. salam untuk semua keluarga dari kami sekeluarga di bandung….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: